Sunday, 27 September 2015

My Pregnancy Stories: Positif (+)

Bulan ini, September 2015 adalah bulan ke-4 pernikahanku dengan suami. Dulu diawal menikah kita sepakat untuk menunda kehamilan hingga aku lulus S2 atau sekitar satu tahun pasca ijab qabul. Toh juga kita sama-sama baru lulus, masih pengen menikmati kebersamaan hidup berdua sebagai suami istri.cieeeee..... Kami sepakat melakukan penundaan alami, tanpa perantara KB atau alat kontrasepsi lainnya. Takut nanti malah susah kalo pengen punya anak.

Tapi apalah daya, rencana tinggallah rencana, lama-lama kita agak "risih" juga dengan pertanyaan penuh basa basi "udah isi belum?" dari berbagai pihak. 2 Bulan pasca menikah bertepatan dengan Hari Idul Fitri, kebayang kan apa temanya yang dibahas pas kita lagi kumpul ama keluarga. Bahkan 1 bulan pasca menikah, ketika itu aku lagi kedatangan tamu bulanan, nah pas lagi pengajian di komplek sekitar rumah otomatis aku nggak bisa pegang mushaf. Pas itu semua pada comen "yah lagi dapet yaa, lum isi donggg". Hah!!...hellow gue menikah baru sebulan kalee.

Monday, 29 June 2015

Weddingku : Seserahan

Yups...kali ini aku mau sharing mengenai seserahan, sebagai salah satu persiapan wedding. Untuk daerah Jawa Timur, memang seserahan kurang dikenal. Namun jika mendapatkan jodoh di daerah Jawa Barat, maka seserahan menjadi salah satu item yang nggak boleh ketinggalan. Untuk macam-macamnya biasanya seserahan meliputi perlengkapan yang dipakai perempuan dari bawah sampai atas. Biasanya banyak temen-temen yang mau merid  tanya: Seserahanmu apa aja? habis budget berapa? belinya dimana?. Well all about seserahan bakal aku tulis di sini.

 Untuk jenis-jenisnya, biasanya pihak perempuan yang menentukan. Kalau aku dulu hampir 80% aku belanja sendiri, nah si mamas tinggal bagian perkasiran hehhehe. Tapi meskipun saat pemilihan seserahan adalah "surga"nya bagi perempuan (gimana nggak coba, kita bebas memilih tanpa memikirkan budget) tapi harus bijaksana dan menanyakan budget calon suami untuk seserahan. Jangan sampai budget seserahan melebihi batas yang ditentukan suami. Karena bagaimanapun tentunya suami juga harus membagi-bagi dananya untuk keperluan lain seperti mas kawin, dll.

Monday, 15 June 2015

Aku Ngrasakne Iki Cah, Tenan


 Yah...itulah uniknya orang Jawa. Mau tinggal dikota semodern apapun tetap kalo ada apa-apa baliknya ke tradisi dan adat Jawa. Secara, orang tua tinggal disana. Begitu pula proses pernikahanku kemaren. Sebenarnya, aku dan mantan pacarku memang sudah merencanakan bakal merid tahun 2015 setelah lebaran nanti. Tapi diakhir tahun 2014 sekitar bulan November  kakak perempuanku bertemu dengan suaminya melalu salah satu temannya, dan dilamar oleh suaminya tepat dipertemuan kedua mereka di bulan Januari 2015. Seneng sih, senneg banget malahan. Cuman yang bikin shock itu ternyata menurut hitungan Jawa mbakku dan mas iparku jatuh "Lusan". Kakakku manten pertama di keluargaku, sedangkan suaminya manteng ketiga (sudah melaksanakan resepsi pernikahan ketiga) dikeluarganya, sekaligus anak ketiga. Dulu sewaktu aku kecil aku memang sering melihat dan mendengar beberapa tetanggaku di kampung gagal menikah karena "Lusan" ini. Yang akhirnya hubungan keduanya harus putus dan tidak boleh dilanjutkan. Sama sekali tidak terbayang ternyata ini juga terjadi dikeluargaku, bahkan dialami oleh kakak kandungku sendiri.

Resensi

  
 Judul : Dialog Tasawuf Kiai Said; Akidah, Tasawuf & Relasi Antarumat Beragama
Oleh   : KH. Said Aqil Siroj
Tebal  : 152 hal
Ukuran: 14,5 x 21 cm
Penerbit : Khalista Surabaya


Buku ini berisikan Tanya jawab  atau dialog dengan tentang sebuah tema yang merefleksikan kehidupan beragama bagi masyarakat Indonesia dengan menggunakan pendekatan sufistik. Terdapat 3 (tiga) bagian besar yang pada tiap-tiap bagian terdapat sub bab yang berkaitan dengan 3 tema atau bagian besar tersebut. Bagian pertama membahas mengenai Aqidah, bagian kedua membahas mengenai Tasawuf, dan bagian ketiga membahas mengenai Antar Umat Beragama.
Masyarakat modern yang bersifat totaliteristik (ingin menguasai semua aspek kehidupan), eksploris, dan hanya percaya kepada rumus-rumus empiris saja, serta sikap hidup positivistis yang hanya berdasar kemampuan akal, pada gilirannya akan menjadi penyebab kerusakan di muka bumi. Dalam ranah ini, tasawuf sebagai wujud ihsan dalam risalah yang dibawa Rasulullah SAW memainkan perannya menjadi problem solving untuk menghadapi berbagai problematika kehidupan.

Thursday, 4 June 2015

3 Profesi dalam 1 Waktu??? Why not...We Can!




Tiga pilihan dalam foto diatas pasti menjadi pilihan yang sulit bagi cewek-cewek fresh graduate khususnya. Pertanyaan “habis lulus mau kemana”??? Seakan menjadi pertanyaan yang benar-benar merusak uforia graduation deh. Eitt….g usah khawatir, kita bisa kok ngejalanin ketiganya dalam satu waktu. Takut keteteran dan tidak proporsional?. Yuks….bareng-bareng kita sharing gimana tips ngejalanin 3 profesi diatas sekaligus persiapan apa aja yang musti di perhatiin.
Dari ketiga profesi diatas, pasti semua mempunyai prioritas masing-masing. Yang tentu berbeda antara yang satu dengan yang lain. Jadi untuk prioritas tidak harus ngikutin urutan dibawah ini ya…karena ini based on experience, jadi ya aku tulis prioritasku saat memilih ketiga profesi diatas.

Wednesday, 6 May 2015

Ajaran Pokok Tasawuf : Maqaamat dan Ahwal


Ajaran Pokok Tasawuf : Maqaamat dan Ahwal
1.      Pendahuluan
A.    Latar Belakang
Tasawuf timbul dalam Islam sesudah umat Islam mempunyai kontak dengan agama Kristen, filsafat Yunani dan agama Hindu dan Budha, muncullah anggapan bahwa aliran tasawuf lahir dalam Islam atas pengaruh dari luar. Ada yang mengatakan bahwa pengaruhnya datang dari rahib-rahib Kristen yang mengasingkan diri untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Tuhan di gurun  pasir Arabia. Tempat mereka menjadi tujuan orang yang perlu bantuan di padang yang gersang. Di siang hari, kemah mereka menjadi tempat berteduh bagi orang yang kepanasan; dan di malam hari lampu mereka menjadi petunjuk jalan bagi musafir. Rahib-rahib itu berhati baik, dan pemurah dan suka menolong. Sufi juga mengasingkan diri dari khalayak ramai. Mereka adalah orang yang berhati baik, pemurah dan suka menolong.[1]
Tasawuf merupakan salah satu fenomena dalam Islam yang memusatkan perhatian pada pembersihan aspek rohani manusia, yang selanjutnya menimbulkan akhlak mulia. Melalui tasawuf ini seseorang dapat mengetahui tentang cara-cara melakukan pembersihan diri serta mengamalkan secara benar. banyak pengertian tasawuf yang dirumuskan oleh ulama tasawuf, tetapi tidak mencakup pengertian tasawuf secara menyeluruh. defenisi tasawuf yang dirumuskan oleh ulama tasawuf, tetapi tidak mencakup pengertian tasawuf secara menyeluruh.

Biografi dan Tasawuf Rabiah al-Adawiyah



1.      Pendahuluan
a.       Latar Belakang
Tasawuf berkembang menjadi cabang ilmu keislaman tersendiri yang menekankan penyucian jiwa dan pendekatan diri kepada Allah dengan sedekat-dekatnya. Seluruh ibadah dalam Islam yang diatur di dalam syari’ah bertujuan menyucikan jiwa dan mendekatkan diri kepada Allah. Kaum sufi tidak hanya melakukan ibadah secara formal sesuai dengan ketentuan syariah, tetapi juga berusaha menangkap rahasia syari’ah yang dapat membawa mereka lebih dekat lagi kepada Allah, mereka memberi perhatian yang sangat besar terhadap kualitas dan kuantitas terhadap ibadah formal itu dengan berbagai latihan yang telah diatur sedemikian rupa agar kesucian jiwa dan kedekatan diri mereka kepada Allah dapat mereka rasakan.
Filsafat yang mendasarinya menurut Harun Nasution adalah hakikat berikut, pertama, Tuhan bersifat immateri, bukan fisiknya yang bersifat materi. Kedua, Allah Mahasuci. Yang dapat diterima Tuhan  untuk mendekati-Nya adalah jiwa yang suci, dengan demikian manusia dapat mendekati Allah adalah manusia yang jiwanya suci karena Allah Mahasuci[1]
Dalam akhlak tasawuf banyak tokoh-tokoh terkenal para ulama tasawuf yang patut kitaketahui dan sangat menarik untuk kita bahas.  Adapun dari sekian banyak tokoh yang mungkin diantaranya adalah: Hasan al Basri, Rabiatul Adawiyah, Zunnun al Misri, Ibnu Arabi, Abu Yazid Al Bustami, Al Hallaj, Nuruddin al Raniri, Hamka, dan ulama lainnya. Mayoritas sufi memang laki-laki, namun dalam dunia tasawuf dikenal seorang sufi perempuan yang masyhur dengan panngilan Rabiah al- Adawiyah.