Showing posts with label Weddingku. Show all posts
Showing posts with label Weddingku. Show all posts

Monday, 29 June 2015

Weddingku : Seserahan

Yups...kali ini aku mau sharing mengenai seserahan, sebagai salah satu persiapan wedding. Untuk daerah Jawa Timur, memang seserahan kurang dikenal. Namun jika mendapatkan jodoh di daerah Jawa Barat, maka seserahan menjadi salah satu item yang nggak boleh ketinggalan. Untuk macam-macamnya biasanya seserahan meliputi perlengkapan yang dipakai perempuan dari bawah sampai atas. Biasanya banyak temen-temen yang mau merid  tanya: Seserahanmu apa aja? habis budget berapa? belinya dimana?. Well all about seserahan bakal aku tulis di sini.

 Untuk jenis-jenisnya, biasanya pihak perempuan yang menentukan. Kalau aku dulu hampir 80% aku belanja sendiri, nah si mamas tinggal bagian perkasiran hehhehe. Tapi meskipun saat pemilihan seserahan adalah "surga"nya bagi perempuan (gimana nggak coba, kita bebas memilih tanpa memikirkan budget) tapi harus bijaksana dan menanyakan budget calon suami untuk seserahan. Jangan sampai budget seserahan melebihi batas yang ditentukan suami. Karena bagaimanapun tentunya suami juga harus membagi-bagi dananya untuk keperluan lain seperti mas kawin, dll.

Monday, 15 June 2015

Aku Ngrasakne Iki Cah, Tenan


 Yah...itulah uniknya orang Jawa. Mau tinggal dikota semodern apapun tetap kalo ada apa-apa baliknya ke tradisi dan adat Jawa. Secara, orang tua tinggal disana. Begitu pula proses pernikahanku kemaren. Sebenarnya, aku dan mantan pacarku memang sudah merencanakan bakal merid tahun 2015 setelah lebaran nanti. Tapi diakhir tahun 2014 sekitar bulan November  kakak perempuanku bertemu dengan suaminya melalu salah satu temannya, dan dilamar oleh suaminya tepat dipertemuan kedua mereka di bulan Januari 2015. Seneng sih, senneg banget malahan. Cuman yang bikin shock itu ternyata menurut hitungan Jawa mbakku dan mas iparku jatuh "Lusan". Kakakku manten pertama di keluargaku, sedangkan suaminya manteng ketiga (sudah melaksanakan resepsi pernikahan ketiga) dikeluarganya, sekaligus anak ketiga. Dulu sewaktu aku kecil aku memang sering melihat dan mendengar beberapa tetanggaku di kampung gagal menikah karena "Lusan" ini. Yang akhirnya hubungan keduanya harus putus dan tidak boleh dilanjutkan. Sama sekali tidak terbayang ternyata ini juga terjadi dikeluargaku, bahkan dialami oleh kakak kandungku sendiri.